Bukit adalah semenanjung batu kapur di ujung selatan Bali, tempat sebagian besar tanah tebing dan tanah dengan pemandangan laut di pulau ini berada. Dataran tingginya berada 50-200 meter di atas permukaan laut, sehingga kavling di sini mendapat panorama laut yang luas, angin laut yang stabil, dan risiko banjir yang jauh lebih kecil dibanding kawasan persawahan dataran rendah. Jalan, internet fiber, dan listrik PLN sudah menjangkau hampir seluruh semenanjung, dan Bandara Ngurah Rai dapat dicapai dalam 30-45 menit.
Pilihan tanah di Bukit sangat beragam: dari kavling hunian kecil di Ungasan dan Pecatu hingga bidang besar di tepi tebing atas Bingin, Balangan, dan Nyang Nyang. Sebagian besar dijual dengan skema sewa (Hak Sewa) 25-30 tahun plus perpanjangan, yaitu bentuk yang bisa dipegang langsung oleh warga negara asing. Tanah Hak Milik juga tersedia dan biasanya diakuisisi melalui PT PMA atau struktur nominee.
Bukit adalah pasar sewa harian terkuat di Bali: vila di sekitar Uluwatu, Bingin, dan Melasti mempertahankan okupansi tinggi sepanjang tahun. Zonasinya campuran – pariwisata, hunian, dan jalur hijau – jadi selalu periksa zona RDTR kavling tertentu sebelum transaksi.