Ubud adalah pusat budaya dan wellness Bali, berada di perbukitan Gianyar sekitar satu jam timur laut bandara. Pasarnya sangat berbeda dari pesisir: tanpa ombak, udara lebih sejuk, lembah sungai, terasering sawah, dan permintaan sepanjang tahun untuk retreat, sekolah yoga, hotel butik, serta hunian jangka panjang.
Penawaran tanah terkonsentrasi di tepi lembah – Sayan, Kedewatan, Penestanan, dan Tegallalang – di mana kavling menghadap Sungai Ayung atau Petanu dan berharga paling tinggi, serta di desa-desa luar dengan lahan pertanian datar yang jauh lebih murah. Luas kavling umumnya lebih besar dibanding pesisir, dan Hak Milik cukup umum.
Kendalanya khas medan berbukit. Kavling lembah sering punya rasio lahan terbangun yang kecil, dan sempadan dari tebing sungai diatur. Jalan desa sempit. Ketinggian bangunan dibatasi aturan 15 meter yang berlaku se-Bali, dan sebagian pusat Ubud menerapkan pedoman arsitektur tradisional. Imbal hasil sewa lebih stabil dan kurang musiman dibanding Canggu, tetapi tarif per malam lebih rendah.